⭐ ALL STAR BRANDS SALE ⭐ Sale up to 50% + Extra 15% off. Use code: ALLSTAR1525 - 27 November 2020. Belanja disini!


#HerJourneyByTL Talks with Co-Founder PUYO, Eugenie Patricia

Please introduce yourself.

Halo, namaku Eugenie Patricia, aku sebagai Co-Founder dari Puyo Dessert. 

Who is your inspiration to run this business?

Yang menginspirasi aku untuk bisnis Puyo ini, bisa dibilang kedua orang tuaku. Mama papa aku dari aku kecil dua-duanya bekerja. Sama-sama membangun bisnis bareng-bareng, ngajarin satu sama lain, ngejalaninnya bareng-bareng nggak hanya papaku doang yang bekerja. Jadi di situ aku, hmm nggak dididik juga enggak, sih. Cuma lebih punya visi, oke nanti pas aku besar aku ingin bisnis juga. Nggak hanya nungguin suaminya kerja. Tidak ada salahnya juga, sih, kalau memang jadi ibu rumah tangga. Cuma saat itu karena aku sudah terbiasa melihat mama kerja, aku juga jadi ingin kerja.

What does it mean to be a woman in the part of the world that we live in?

Bagi aku, menjadi seorang wanita itu penting buat semua orang. Kita sangat bisa untuk berkarya. Ke depannya, kita juga akan menjadi seorang ibu dan menopang keluarga. Jadi menurut aku peran wanita di dunia ini sangat penting, dan harus terus diapresiasi.

As an entrepreneur, how is it working in a male-dominated industry?

Sebenarnya, di zaman sekarang sudah banyak, sih, perempuan, teman-temanku juga banyak yang berbisnis. Mungkin kalau di dunia pekerjaan yang dulu lebih dominan yang laki-laki. Tapi kalau di dunia entrepreneurship, coba aja misalnya Cotton Ink, itu, kan, CEO-nya dua-duanya wanita hahaha. Karena sekarang buat anak muda udah nggak heboh, sih.

What privileges or challenges do we stereotypically face?

Privileges pasti banyak banget yang kita dapatkan. Nggak hanya perempuan, lah. Tapi menurut aku, anak muda sekarang kalau mau menjadi entrepreneurship itu sudah banyak banget yang bisa didapatkan dengan social media, dengan networking, dengan community. Dari sana kita bisa mendapatkan network dan ilmu baru. Jadi itu privileges yang ada, sih. Dengan adanya social media, kita jadi mudah untuk berkomunikasi, ketemu orang baru, dan dapat insight baru juga. 

What does International Women’s Day mean to you?

For me, International Women’s Day itu is a celebration to all women in the world, untuk lebih mendukung satu sama lain. Apapun yang mereka lakukan, they’re actually trying their best. Juga lebih diingatkan bahwa jangan membenci satu sama lain, jangan nyinyirin satu sama lain. Whatever they do, they have their own struggles, they have their own challenges. Try to say nicest thing to each other. If we wanna say something nice, just say it.

5 words to describe yourself as a woman?

Hahaha, apa, ya? Bisa dibilang aku kreatif, karena aku memang suka dalam bidang kreatif dalam menjalankan bisnis. Terus aku nggak serius orangnya, sering bercanda, sering lucu. Jadi memang butuh tim yang serius. Kalo enggak, bisa bercanda terus. I like to encourage people. I like to say that they’re doing a really good job. Supaya semuanya bisa bekerja lebih baik lagi. Terus.. yang pasti aku nggak bisa diem. Jadi begitu udah stucked di satu titik, aku mencari project baru lagi. And I like to keep it simple, jadi lebih efektif dalam bekerja. Aku nggak suka meeting berjam-jam tapi tidak ada hasilnya. Kesannya sibuk banget. Kalau memang bekerja, ya, bekerja, tapi kalau memang bisa dibuat lebih simpel, lebih efektif, sampai titik ini itu sih yang aku jalankan sehari-hari. 

Do you think fashion contributes to daily activity as an entrepreneur?

I think it does, in a way. If we feel that we look good, we look okay, kita siap menjalani hari karena kita merasa sudah berpakaian rapi. We put our makeup on, and ready to go. I guess, itu bisa menambahkan positive energy, in a way, dibandingkan kita asal-asalan bajunya. I’m not into fashion that much. Aku nggak nyari tren yang sampai kayak gimana. I use simple clothing tapi yang representatif. Sedikit fashionable, tapi nggak overly fashionable. 

What’s your everyday style?

Kalau style aku sendiri, sih, sangat simpel. I like to use plain t-shirt, celana kulot, atau jeans sama sneakers, sih. Kalau ke kantor, setiap hari kayak gitu. Paling pakai jaket, ya, pokoknya yang simpel aja, sih. Warnanya juga sangat monoton, putih, hitam, abu-abu.

What’s one fashion item that you can not live without?

Aku sneakers sih. Aku mau pake dress, pakai apa, biasanya aku pakai sneakers. Aku nggak punya flat shoes. Heels juga kalau pakai ke kondangan doang. My daily essential yang nggak pernah lepas itu sneakers

Tinkerlust supports a Sustainable Fashion movement, as a woman, what is your role to support the movement?

Kalau aku sendiri, I’m towards into liking sustainable fashion. Karena lemari nggak penuh hahaha. Ya, sempat, lah, ada momennya kayak waktu itu belanja terus. At the end, I realized kalau aku pakai baju itu-itu saja, atau yang paling mudah diambil. I guess, being mindfull in buying stuff, buying products yang sudah dipakai orang, preloved, ya, sebutannya, atau even kita ngejual barang-barang kita, kalau memang sudah nggak dipakai, I think it’s a movement yang sekarang bagus banget and I support it 100%.

What do you want to say to all the girls or women out there who are still pursuing their dream?

Keep pursuing your dreams, apapun itu! If you believe that you’re doing good, itu bakal membuat impact towards the society, towards yourself. Keep doing it! Jangan gampang menyerah, sih. Mungkin cliché. Banyak banget anak muda yang begitu ada challenge atau obstacle, mereka langsung kayak.. okay, on to the next one, mulai lagi dari nol. Jadi apapun itu, cari dukungan dari orang-orang di sekitar kamu. Surround yourself to the people that will give you a good insight, bukan malah bring you down. It will affects what you’re doing on your daily basis.

SHARE ON:

SHARE ON:

DISCOVER MORE

DISCOVER MORE